Nenek Kadoce: Gadis dari Kampung Haria dan Pohon Waringin di Saparua

Ilustrasi goresan pensil gaya ukiran klasik seorang nenek menatap ke atas di bawah pohon beringin besar, sementara seorang gadis tertidur di sela-sela akarnya.

Kampung Haria dan Anak Tukang Kayu Di Pulau Saparua ada sebuah negeri bernama Haria. Pagi di sana tidak dibangunkan oleh jam, melainkan oleh bunyi-bunyian yang sudah dihafal semua orang: ayam jantan yang bersahutan dari kolong rumah, ombak kecil yang menepuk pasir, dan dari rumah paling ujung di jalan kampung, bunyi ketukan palu yang mulai sejak […]

Suanggi: Bulan Penuh dan Cerita Opa

Ilustrasi bergaya ukiran tinta hitam putih dengan sentuhan sepia, menggambarkan seorang kakek (Opa) yang duduk di kursi rotan tua di teras rumah tradisional Ambon. Ia sedang menceritakan kisah horor dengan ekspresi sedikit tegang kepada ketiga cucunya yang duduk di lantai tikar bambu, sementara di samping mereka terdapat secangkir teh panas yang mengepul di atas meja kecil.

Malam itu bulan bulat sempurna. Lampu teras sengaja dimatikan, supaya cahaya bulan jatuh utuh di halaman. Tiga cucu duduk berdempetan di atas tikar, dan Opa bersandar di kursi rotannya. “Opa, cerita Suanggi,” pinta si bungsu, setengah berbisik, seolah-olah nama itu bisa mendengar. “Ngana tahu, ini bukan cerita untuk ditakut-takuti,” kata Opa. “Ini cerita yang orang […]

Nenek Luhu: Cerita dari Teras Rumah

Ilustrasi cerita rakyat 'Nenek Luhu', menampilkan seorang nenek yang sedang bercerita dan cucunya yang mendengarkan di teras rumah kayu tradisional Ambon. Latar belakang menunjukkan suasana gerimis dengan pemandangan Gunung Nona.

Sore itu langit Ambon aneh. Matahari belum mau pamit, tetapi gerimis sudah turun pelan-pelan di atas seng. “Nenek, kenapa kita seng boleh main di luar kalau hujan panas begini?” tanya seorang cucu sambil menarik ujung kain neneknya. Sang nenek menoleh, lalu menepuk lantai teras di sebelahnya. “Sini duduk. Nenek cerita, supaya ose tahu kenapa.” Negeri […]

Menelusuri Jejak Hena Masa Waya: Dari Tradisi Lisan, Simbol Politik, hingga Ruang Ingatan Kolektif

Bagi siapa pun yang menyelami khazanah sastra lisan Maluku, nama Hena Masa Waya (atau kerap dieja Hena Masa Waja, Hiena-Masa-Waja, hingga Masawaya) menyimpan daya tarik yang berlapis-lapis. Ia bukan sekadar bait puisi adat atau nyanyian lama; ia adalah sebuah artefak budaya yang perjalanannya bersinggungan langsung dengan dinamika sejarah, tafsir identitas, hingga politik ingatan di Maluku […]

Dua Kain Merah dari Maluku: Kain Berang dan Perjalanan Lenso Merah

Ada dua kain merah yang menarik ketika kita berbicara tentang kebudayaan Maluku. Yang pertama adalah Kain Berang, kain merah yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Nuaulu di Pulau Seram. Yang kedua adalah kain lenso merah, yang dalam konteks masyarakat Maluku di Belanda dikenal sebagai Lenso Merah, berupa saputangan merah yang sering hadir dalam bentuk rode […]

Martin dan Topi Botol Manci

Ilustrasi sketsa hitam putih bergaya ukiran kayu. Seorang pemuda Ambon bernama Martin mengenakan pakaian tradisional dan penutup kepala, menatap terkejut sambil memegang topi penyihir lancip yang polos tanpa ekspresi wajah. Di latar belakang, di antara rumpun bambu yang lebat, tampak sosok kerdil Botol Manci yang berwajah gencar dan berjenggot, memegang botol kaca berisi cahaya terang.

Di sebuah negeri di pesisir Ambon, ketika sangaskara perlahan tenggelam di balik cakrawala, malam selalu membawa cerita tersendiri. Angin laut berembus dingin, bergesekan dengan rumpun bambu di belakang desa dan menghasilkan suara seperti bisikan yang tak berkesudahan. Tua-tua di kampung selalu mengingatkan anak-anak untuk segera pulang sebelum magrib tiba. Sebab saat kegelapan menyelimuti rawa dan […]

Buano Oma Ullath

Iustrasi suasana kora-kora buano oma ullath

Di pesisir pulau-pulau Maluku yang diikat oleh deburan ombak dan tiupan angin laut, terukir sebuah kisah persaudaraan abadi antara tiga negeri (desa): Buano, Oma, dan Ullath. Meskipun terpisah oleh jarak dan lautan—Buano yang berada di Seram Bagian Barat, Oma di Pulau Haruku, dan Ullath di Pulau Saparua—ketiganya terikat dalam tatanan adat Pela Gandong yang amat […]

Haman Pardidu

Haman Semper durhaka. Itu yang terlintas saat mendengar cerita kakek nenek di Ambon. Bentuk nasihat yang diberikan oleh ibunya selalu dibalas dengan pukulan menggunakan tongkat, tangan kosong, ataupun pisau. Sampai suatu hari, habis sudah kesabaran Ibu Haman terhadap tingkah polahnya. Ibu Haman marah dan mengutuknya. Beberapa waktu kemudian, Haman meninggal. Dosanya yang terlalu banyak mengakibatkan […]

Ritual Pataheri – Suku Naulu Pulau Seram

Ritual Pataheri merupakan sebuah rangkaian ritual yang diadakan untuk menginisiasi kedewasaan seorang pria pada Suku Naulu dipedalaman Pulau Seram – Maluku yang ditandai dengan ikat kepala berwarna merah (kain berang). Salah satu rangkaian ritual tersebut adalah dengan memenggal kepala manusia dan beberapa organ tubuh lainnya seperti jemari, lidah dan jantung sebagai persembahan kepada rumah adat […]

Negeri Ullath – Beilohi Amalatu

Ullath nama negeri ini sebenarnya berasal dari bahasa daerah Maluku, yaitu ‘urat’ yang berarti ‘jamur kilat’. Jamur kilat adalah sejenis jamur atau cendawan yang hidupnya di hutan. Menurut cerita rakyat, nama ini diberikan karena negeri ini dibangun pada malam hari dengan mempergunakan benda ini sebagai alat penerangan.  Apa arti sebuah nama? Begitu penting untuk menuturkan […]