Bermula itu tidak ada yang iseng. Dari awal bahkan sampai saat ini aktifitas berkarya kami bermula dengan keseriusan, tidak dalam lingkup medioker. Kata yang merangkai cerita-cerita dalam pembuatan lenso Maluku menguatkan identitas pada setiap helainya. Lenso merupakan kain saputangan yang awalnya sebagai properti utama tarian khas tradisional Maluku yakni tari lenso. Tarian muda mudi inilah yang menular sehingga memacu kami terus menerus berkreasi untuk menuai lestari. Dengan perkembangan selanjutnya, lenso mewarnai keberagaman dalam pemakaian secara formal maupun non formal oleh siapa saja yang meyakini dirinya menghargai identitas berbudaya.
Katong pung mimpi par negeri akang besar.
Kal cuma stori seng akang ruba apapa.
Ada energi basar dalang walang kasiang.
Ada dar asa barnang dalang darah.
Kas yaking bahwa identitas salalu manyala di dasar hati.
Akang pung tarang kastunju katong.
Mangapa musti tada tangan par kaeng salele dar negeri orang.
Katong biking kaeng par putu keasingang.
Kaeng salele jiwa dalang lengso sapotong.
Karya rema-rema ni biar makuku rahmate.
Tentu bisa. Proses produksi lenso kami sudah berjalan beberapa tahun dengan tenaga yang terampil dan berdedikasi selalu mencoba (mengulik) agar tercipta hasil lenso yang rapi dan tentunya mendekati 100% motif yang sama di kedua sisinya.
Pemesanan baru berdurasi 1 bulan (30 hari). Meliputi proses cetak, sortir dan jahit.
Menggunakan bahan katun serat alami / organik. Ketebalan bahan sedang (mirip bahan batik), tidak terlalu tembus pandang (terawang).
Berkarakter halus terutama setelah dicuci.
Setiap desain / motif produk Lenso Maluku masih kami masih dapat di custom kembali. Warna dasar baju, teks, modifikasi motif (tambah, kurangi, gabung).
Informasi contoh Lenso Maluku yang pernah diproduksi dapat ditanyakan kepada WA Admin. Jadi